Hari itu rasanya beda sendiri. Saat yang lain sibuk menghadapi TKA, aku justru lagi libur 😌
Pagi-pagi, grup kelas sudah ramai. Notifikasi masuk terus:
“Doain ya!”
“Semoga soalnya gampang 🙏”
“Aku belum siap 😭”
Sementara itu, aku masih di kasur, tarik selimut sedikit lebih lama. Tidak ada alarm panik, tidak ada buru-buru belajar. Rasanya… tenang banget.
Bangun siang, buka HP, grup makin heboh:
“SOALNYA SUSAH!”
“Waktu kurang 😭”
“Aku blank tadi”
Aku cuma baca sambil santai, ditemani camilan. Ada sedikit rasa aneh sih—kayak ketinggalan sesuatu. Tapi di saat yang sama, juga bersyukur karena lagi tidak ikut deg-degannya.
Hari berjalan pelan. Aku isi dengan hal-hal simpel—nonton, bantu di rumah, kadang cuma rebahan tanpa rasa bersalah. Sesekali cek grup lagi, isinya sudah masuk fase pasrah:
“Ya sudahlah, yang penting sudah selesai”
“Semoga nilainya aman”
Pas TKA selesai, semua langsung bahas soal. Grup jadi tempat diskusi dadakan. Ada yang yakin benar, ada yang mulai ragu, ada juga yang cuma bisa ketawa.
Aku tetap jadi penonton setia dari jauh. Tidak ikut tegangnya, tapi tetap bisa merasakan sedikit suasana.
Akhirnya aku sadar, libur di saat orang lain sibuk itu punya rasa yang unik. Di satu sisi sepi, di sisi lain damai.
Dan jujur saja…
itu enak juga 😌
